Orang-orang sombong diwakili oleh Firaun. Orang paling sombong yang pernah hidup di muka bumi. Dan dia memang pantas sombong. Gagah, raja, kuat, kaya raya, berkuasa. Firaun berakhir dengan kehinaan. Kehinaan yang abadi dalam neraka.
Orang-orang sombong akan berakhir dengan kehinaan.
Si Onis, setelah jadi wakil kepala, sombong. Dagu naik. Muka masam. Memastikan orang tahu bahwa ia telah menjadi orang penting. Ketika ia ngomong, si Onis membawakan nada tertentu. Nada seorang tuan kepada bawahannya.
Tapi, Onis suatu hari mengakui kebodohannya di depan orang ramai. Ia terus terang tidak sanggup memikul beban yang diberikan kepadanya. Semua orang ketawa saat itu. Onis mempermalukan dirinya sendiri. Ia telanjang bulat di depan khalayak.
**
Ori, kulit gelap, agak pendek. Perempuan unjuk-unjuk. Semua mau diunjukkan. Saat ia mengundurkan diri, dari wakil kepala, ia diangkat menjadi wakil yang lain. Ori sesumbar, unjuk-unjuk.
"Woi, nampak ndak. Habis jadi wakil ini, eh jadi wakil ini lagi."
Ada orang yang memberi pendapat yang cukup menyindir si Ori unjuk-unjuk. Setelah ia jadi wakil, Oris unjuk-unjuk menampakkan taringnya, taring ompong.
Hari ini Ori unjuk-unjuk mengundurkan diri karena tidak sanggup memikul beban tugas. Sama persis dengan si Onis. Kehinaan untuk orang-orang sombong.
**
Dapat dipastikan orang-orang sombong adalah orang-orang bodoh. Katak dalam tempurung.
**
Satu lagi Firaun. Ia berdiri lurus di depan orang-orang . Ia mengancam mereka. Firaun betina ini membuat orang-orang gemetar.
Suaranya meninggi. Tiap seepuluh kalimat, keluar ancaman.
Tak lupa kalimat merendahkan untuk orang yang pernah mengalahkan kesombongannya, dulu.
**