Sabtu, 24 Maret 2012

Bangkitlah Pemuda

Bangkitlah Pemuda
Karya:Nurmala
Pemuda penuh cita,penuh harapan, penuh warna,dan penuh impian
Yang penuh dengan segala era moderenisasi . Jangan hancurkan otakmu .
Engkau mampu kendalikan dunia yang penuh dengan keganasan .
Engkau mampu taklukan dunia, tapi mengapa begitu mudahnya
Tangan lembut tanpa dosa, engkau lampirkan diatas suntik beracun .
Obat mematikan .
Ku tak ingin lagi wahai engkau pemuda tangguh .
Jemarimu kembali menyentuh inex , stimulan ,
Depresan yang membuatmu malas .
Halusinogen yang membuat mu berhalusinasi tinggi .
Dan Oopiat yang membuatmu fly,fly dan fly .
Dan fly seetinggi tinggi nya .
Hingga hancur sudah segala cita mu yang indah .
Hidupmu yang begitu ramai dan penuh warna .
Pemuda harapan bangsa . .
Apa yang akan engkau berikan pada negara kebanggaan mu ??
Mengapa engkau hancurkan semuanya .
Ku ingin anak bangsa kembali. Kembali dalam cita.
Kembali pada kedamaian yang sering engkau impikan .
Negerimu meratapi psikotropikamu .
Pemuda-pemuda ku aku siap menjadi sandaran
Agar engkau berdiri tegak melawan dunia hingga engkau
Temukan jati diri mu yang abadi .

Cinta Sejati

Cinta Sejati
 karyaVivi Pradanita
Saat kau ingin melepaskan  seseorang
Seorang yang kamu cintai
Maka ingatlah kamu ingin mendapatkan nya
Saat kamu tidak lagii menyayangi nya
Ingatlah saat pertama kali kamu mencintai nya
    Apabila saling percaya, saling jujur
                    Dan menerima seseorang apa adanya
Tapi cinta akan  lebih sempurna dan abadi
Apabila saling memberi
Mata boleh berjauhan
Namun hati akan selalu berdekatan
Dan selamanya akan tetap salingsayang dan menyayangi
    Walaupun seberapa banyak rintangan yang menerjang
    Katakanlah cinta bila kamu menyayangi  diri nya
    Seumur hidup dan mati mu

Dia


   Dia
Karya Aditia Perdana

Hebat
Gagah
Perkasa
Jiwa Besar
Tanpa henti
Ia berkarya untuk Indonesia
Tanpa orang tau
Ia banyak jasa
Akhir hayatnya
Dikenang sepanjang masa

Aku Dimakamkan Hari Ini

Aku Dimakamkan Hari Ini
                          Karya  Fathiyatul Hamidah
Perlahan.. tubuhku ditutupi tanah
Perlahan.. semua pergi meninggalkanku
Masih terdengar jelas
Langkah-langkah terakhir mereka

Aku sendiri
Gelap
Menunggu keputusan

Rabb
Beri aku beberapa hari milik-Mu
‘ntuk berbakti kepada ayah ibu
Teringat kata-kata keras dan kasar
Menyakitkan hati
Maafkan aku, ayah ibu
Mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu

Aku sendiri di sini
Menunggu perhitungan

Aku dimakamkan hari ini
Dan semua menjadi terlambat
Semua takkan termaafkan
Sesal pun tiada arti

Suara kecil dari balik jeruji

Suara kecil dari balik jeruji
     Karya: Ibrahim Ramadhan

Allahumma
Kirim salam untuk ayah bunda
Yang terbaring di balik reruntuhan rumah kami
Yang luluh lantak oleh bom manusia babi

Aku terbaring di sini
Lumpuh
Kaku
Bergelimang darah dan nanah
Dari luka cambukan
Hantaman
Pukulan tak berperikemanusiaan
Dari lars-lars berkepala besi manusia jahanam

Biar tubuh kecil ringkihku jadi tumbal
Kemerdekaan tanah suci kaum muslimin
Biar masa kanakku kuisi seluruh
Dengan darah, air mata, dan rintihan kesakitan

Biar semua kutanggungkan

Allahumma
Kirim salam untuk ayah bunda
Dan kaum muslimin seantero dunia